MOYANK, tinggal di Balikpapan. Beberapa karyanya dimuat dalam Antologi Puisi dan Cerita: " The Consuming Flame" (International Library of Poetry, 2000), " Graffiti Gratitude" (Angkasa-YMS, 2001), " Cinta Pohon Tamar" (Jahabersa, Malaysia, 2004), " Keping Kenangan" (Ceritanet.com, 2004), "Les Cyberlettres" (YMS, 2005), "Menatap Masa" (Dewan Kesenian Balikpapan, 2007), "Zikir Cinta dalam 333 Puisi" (Edisi Khusus, 2007), dan "Budak Kayu [PROBEST]" (Esastera, 2007).
Karyanya juga pernah dimuat di beberapa media koran dan majalah, antara lain: Jawa Pos, Lampung Pos, Waspada Pos, Tabloid Intermezzo (Berita Harian Indonesia, Hongkong), Majalah AKSARA, Majalah ANNIDA, akhbar SIASAH Malaysia.
Salah seorang pemenang sayembara puisi yang diadakan esastera.com tahun 2003, Malaysia.
SEGERA TERBIT
Kumpulan Cerita Remaja
BUKU BARU
SAMPUL BUKU
Bagi kawan-kawan yang telah menyalin puisi-puisi di situs TamanCinta ini, baik untuk keperluan pembelajaran sekolah atau kampus (Jurnal, Mading, dll) serta keperluan pribadi (Undangan, Hiasan, Arsip, dll) sekiranya dapat mengirimkan judul puisi yang telah disalin sebagai daftar pemberitahuan kepada Moyank melalui email ini. Terima kasih...
friendster
moyank flai_intu_de_skai@yahoo.com
MUSICIAN WEB
|
|
|
Sunday, January 27, 2008
MENGUNDANG KAWAN-KAWAN KE HALAMAN ANTOLOGI PUISI BARU
ALAMAT CINTA
Moyank | 11:46 pm
Friday, January 18, 2008
ANTOLOGI PUISI - OBROLAN MALAM

Judul : OBROLAN MALAM Oleh Moyank Penerbit : Anima Fiction, Jakarta
Beredar : 29 Januari 2008 Harga Rp. 43.000 (belum termasuk ongkos kirim)
PEMESANAN : tentangbuku@gmail.com
Moyank | 12:08 pm
Thursday, January 17, 2008
sebujur rindu ikhlas menunggu
tak ada ragu tergamak di situ
aku kepadamu sepenuh kalbu
ingatan siang malammu nyanyian sebelum tidurku
(Balikpapan, 17 Januari 2008)
Moyank | 07:31 am
Wednesday, January 16, 2008
terlintas satu tanya tentang ada atau tiada diriku untuknya sebab puisi meski sering dicipta tapi hati kadang melonggar seluruh rasa
tak mau melulu begitu dan hati dipertanya ukuran rindu
aku berdiri di balik pintu menunggu, menunggu dan menunggu sesuatu yang belum kutemu
(Balikpapan, 16 Januari 2008)
Moyank | 06:55 pm
ada sayup bisik yang mengusik dari balik ombak dan riuh angin
seakan menyembunyikan luka sepanjang garis cakrawala menenggelamkan airmata di antara palung dan gelombang
entah akan sampai kemana atau ke telinga siapa
seperti bisik senandung rindu pulang lantas kapalku tenang melaju ke tepian demi menanti kabar yang ke sekian
(Balikpapan, 16 Januari 2008)
Moyank | 06:22 pm
Thursday, December 27, 2007
tak ada bicara hanya bisik pelan dalam hati dan pikiran dijejali bermacam wujud mimpi
coba bernyanyi menghilangkan sepi (menghibur diri) tapi suara tak lagi lantang terdengar sumbang bibir mengatup kembali
ah hari semakin pagi mata belum juga mengerti dan membenarkan aku lelap ditelan mimpi
(Balikpapan, 27 Desember 2007)
Moyank | 01:06 am
Tuesday, December 25, 2007
aku ada karena dirimu dicipta sebagai cahaya demi menerangi surga yang fana dalam hatimu
rindu tak akan menggelapkan ruang cinta pada setiap kenyataan yang ada
sampaikan salam kepada sang maha sebagai syukur yang tak pernah berhenti memancarkan keindahan sempurna
(Balikpapan, 25 Desember 2007)
Moyank | 03:23 pm
ucapkan salam sebelum mengetuk pintu hatiku laksana rumah tempat jiwamu meletakkan keikhlasan
disini bukanlah tempat bermimpi atau tempat mengumpulkan janji
bawakan untukku pujian terindah yang belum pernah lahir sebelumnya kirimi aku anggur dan madu sebagai persembahan cintamu
ucapkan salam sebelum merekah fajar saat syair lagu ini terbang menjadi doa yang kau panjatkan
(Balikpapan, 25 Desember 2007)
Moyank | 12:18 pm
adalah aku yang menangis saat kau jatuhkan airmata
adalah aku yang merasa saat kau katakan bahagia
adalah aku yang merana saat malammu penuh kecewa
adalah aku tahu isi hatimu saat kau bisikkan kata cinta dengan apa adanya
(Balikpapan, 25 Desember 2007)
Moyank | 12:09 pm
Saturday, December 22, 2007
petang hari saat camar bernyanyi matahari menyuruk ke bumi rindu merekah dalam hati
mau segera pulang dengan melompat ke seberang gelombang laksana lekuk tubuh lautan yang menggairahkan dan menenggelamkan seindah tubuh yang mau kuterjang
mau segera pulang melompat ke seberang berenang mendapati engkau mencumbumu berulang meninggalkan kisah tentang warna jingga yang kian temaram
(Balikpapan, 22 Desember 2007)
Moyank | 12:33 pm
|
|